Magelang, 23 Oktober – Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang menjalani program magang di UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Magelang, DPMP4KB Kota Magelang, turut mengikuti kegiatan pendampingan anak yang menghadapi permasalahan terkait pra-nikah. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung proses pelayanan perlindungan anak dengan mengedepankan pendekatan yang empatik dan ramah anak.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa magang mengamati proses pendampingan yang dilakukan oleh petugas melalui komunikasi yang hangat, persuasif, dan tidak menghakimi. Pendekatan ini bertujuan menciptakan suasana yang aman dan nyaman agar anak dapat menyampaikan kondisi serta permasalahan yang dihadapinya secara lebih terbuka.

Melalui proses tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa pendampingan anak tidak hanya berfokus pada permasalahan yang dihadapi, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis, kebutuhan, serta latar belakang anak. Oleh karena itu, setiap proses pendampingan memerlukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing anak.

Bagi mahasiswa Psikologi UNIMMA, pengalaman ini menjadi sarana untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik di lapangan. Mahasiswa belajar mengenai pentingnya empati, keterampilan komunikasi, kehati-hatian dalam menangani kasus, serta menjaga kerahasiaan informasi sebagai bagian dari etika pendampingan.

Kegiatan ini juga memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peran UPTD PPA Kota Magelang dalam memberikan layanan perlindungan dan pendampingan bagi anak yang menghadapi situasi sulit. Melalui pengamatan langsung, mahasiswa dapat memahami pentingnya menciptakan ruang yang aman bagi anak untuk menyampaikan permasalahan tanpa rasa takut atau khawatir akan mendapatkan penilaian negatif.

Melalui program magang ini, mahasiswa Psikologi UNIMMA diharapkan mampu meningkatkan kompetensi profesional, kepekaan sosial, dan pemahaman mengenai penanganan permasalahan anak. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu psikologi secara bertanggung jawab dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.