Magelang – Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Fakultair FPH selama dua hari, Senin–Selasa (14–15/9). Bertempat di Auditorium UNIMMA, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa Program Studi Psikologi dan Ilmu Komunikasi dalam rangkaian agenda edukatif, pengenalan lingkungan akademik, serta penampilan kreativitas mahasiswa.
Agenda pembukaan turut diisi sambutan Ketua Panitia, Kaprodi Psikologi, Kaprodi Ilmu Komunikasi, serta Dekan FPH. Pada kesempatan tersebut, Dekan FPH Aning Az-Zahra, M.A. membuka kegiatan secara resmi sebelum rangkaian acara berlanjut pada sesi materi.
Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh sejumlah materi dari unsur pimpinan dan pengelola FPH. Materi disampaikan oleh Dekan FPH Aning Az-Zahra, M.A., Kaprodi Psikologi Akhmad Liana Amrul Haq, M.Psi., Psikolog, Kaprodi Ilmu Komunikasi Lintang Muliawati, M.A., serta perwakilan Tata Usaha FPH. Selain menerima materi, mahasiswa juga mengikuti Tour Lab yang disesuaikan dengan program studi masing-masing.
Rangkaian hari pertama kemudian dilanjutkan dengan materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta materi Perilaku Mahasiswa yang disampaikan oleh Dr. Hermahayu, M.Si.
Salah satu materi yang menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan disampaikan oleh Dr. Hermahayu, M.Si. mengenai perilaku mahasiswa, khususnya dalam membangun budaya dan relasi yang sehat di lingkungan kampus. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa budaya bukanlah sesuatu yang sekadar kita masuki, tetapi sesuatu yang kita ciptakan bersama.
Mahasiswa juga diajak memahami bahwa kompetensi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Kompetensi membuat seseorang mampu melakukan sesuatu, sedangkan karakter menentukan bagaimana kemampuan tersebut digunakan. Hal tersebut tercermin melalui beberapa aspek, yakni knowledge atau pengetahuan yang dapat tercermin dari capaian akademik, skills dalam bekerja dan berinteraksi dengan orang lain, relationship dengan menghormati batasan orang lain, self-management dalam menghadapi konflik, serta professional character dalam membangun keserasian dalam bersikap dan bertindak.
Dalam konteks relasi antarmahasiswa, Dr. Hermahayu menekankan pentingnya kepekaan terhadap situasi di sekitar. Pesan “diam bukan berarti nyaman” menjadi salah satu penekanan dalam materi tersebut. Perbedaan pendapat dapat berkembang menjadi konflik, cacian, hingga perilaku yang menyakiti dan mengarah pada intimidasi maupun bullying.
Mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep P3LP (Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis) sebagai salah satu upaya untuk memberikan respons awal ketika seseorang mengalami tekanan atau luka psikologis. Selain itu, dibahas pula mengenai pentingnya membangun pertemanan yang sehat. Setiap orang memiliki hak untuk memiliki sahabat, namun relasi pertemanan yang bersifat eksklusif hingga merugikan atau mengucilkan orang lain dapat menjadi persoalan dalam kehidupan bersama.
Materi juga mengajak peserta memahami alasan seseorang memilih diam ketika menyaksikan permasalahan di lingkungan sekitarnya. Beberapa di antaranya adalah karena takut menjadi target berikutnya, merasa bahwa persoalan tersebut bukan urusannya, khawatir merusak pertemanan, atau memilih menunggu orang lain untuk bertindak.
Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa diajak menyadari bahwa budaya yang buruk tidak hanya diciptakan oleh pelaku, tetapi juga dapat disahkan oleh lingkungan ketika orang-orang di dalamnya memilih diam atau membiarkan perilaku tersebut berlangsung. Karena itu, terdapat tiga nilai yang ditekankan dalam membangun budaya kampus yang sehat, yaitu Respect, Responsibility, dan Courage—menghormati sesama, bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial, serta memiliki keberanian untuk mengambil sikap ketika menemukan perilaku yang tidak tepat.

Memasuki hari kedua, Fakultair FPH diisi dengan beragam penampilan mahasiswa. Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan penampilan dari HIMAPSI, mahasiswa, HIMANIKA, dan IMM Komsihum. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan organisasi kemahasiswaan di lingkungan FPH.
Rangkaian penampilan dilanjutkan oleh BEM FPH. Acara kemudian diisi dengan pembagian penghargaan dalam kategori Penampilan Terbaik, Costume Terbaik Putra dan Putri, serta Video Terkreatif.
Sebagai penutup, Fakultair FPH menghadirkan penampilan guest star sebelum seluruh rangkaian kegiatan resmi diakhiri. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa FPH untuk memperoleh pengalaman akademik, mengenal lingkungan fakultas, serta mengembangkan kreativitas dan interaksi melalui berbagai agenda yang telah disiapkan.