Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses menghadirkan perspektif baru dalam memahami kesehatan mental dan ekspresi diri melalui Stadium Generale internasional, Rabu (7/4).
Kegiatan bertajuk “Mengungkap Potensi Diri melalui Art Therapy: Aplikasi Psikologi dan Komunikasi” ini mempertemukan seluruh mahasiswa aktif fakultas di Auditorium Kampus 1. Menghadirkan Amni Salsabila binti Sbil, M.Sc. dari Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), FPH UNIMMA mengajak mahasiswa membedah bagaimana seni menjadi jembatan komunikasi yang melampaui kata-kata, sekaligus alat terapeutik untuk menggali kemampuan terpendam dalam diri setiap individu.
Dalam paparannya yang kental dengan dialek Malaysia, Amni Salsabila binti Sbil, B.A (Hons), M.Sc. dari Universiti Muhamamdiyah Malayasia (UMAM) menjelaskan bahwa setiap goresan memiliki makna psikologis yang mendalam dan merupakan communication tool yang sangat kuat.
“Kadang-kala, seseorang mengalami trauma atau unresolved emotions yang sukar diceritakan dengan kata-kata. Melalui art therapy, kita boleh melihat emosi melalui warna dan garisan. Sebagai contoh, penggunaan warna gelap yang tebal boleh menandakan distress, manakala garisan yang chaotic mungkin menunjukkan kekeliruan dalam batin. Kita bukan mahu mendiagnosis semata, tapi mahu memberi ruang untuk mereka mengekspresikan diri dengan lebih jujur,” ungkap Amni Salsabila.
Sesi yang dimoderatori oleh Ahmad Liana Amrul Haq, M.Psi., Psikolog ini juga membahas kerangka observasi seperti ukuran gambar, penggunaan ruang, hingga tekanan garis yang merefleksikan tingkat kepercayaan diri seseorang.
Antusiasme materi ini dirasakan langsung oleh Rama Syaudiya, mahasiswa Prodi Psikologi semester 6 yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat seru dan membuka wawasan. Saya baru sadar kalau gambar yang biasanya kita anggap sebuah keindahan visual saja, ternyata di dalamnya bisa dimaknai sangat dalam dari sisi psikologi dan komunikasi. Belajar cara menganalisis emosi lewat tekanan garis dan pemilihan warna benar-benar pengalaman baru yang sangat relevan untuk studi kami di FPH,” ujar Rama.
Melalui Stadium Generale ini, Fakultas Psikologi dan Humaniora UNIMMA membuktikan bahwa kolaborasi internasional mampu memperkaya khazanah keilmuan humaniora yang aplikatif.
Fakultas berharap para mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu ini untuk membantu masyarakat berkomunikasi dengan lebih sehat dan mengenali potensi diri mereka secara lebih utuh. Dengan bekal keilmuan lintas negara, lulusan FPH UNIMMA diharapkan menjadi praktisi yang adaptif dan memiliki empati tinggi terhadap dinamika emosional manusia