Magelang, 19 Oktober 2026– Kegiatan Meet the Expert bertema “Communicating Changes: Political Narratives and Creative Empowerment” menghadirkan Amanda Zustika dari bagian Marketing Rumah Tenun Magelang dan Gernatiti dari Ibu Berisik sebagai pemateri. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) ini menjadi luaran mata kuliah Creative Thinking untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai kreativitas, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Amanda Zustika membahas pentingnya melihat kerajinan bukan sekadar sebagai produk, tetapi juga sebagai representasi nilai budaya, keterampilan, serta cerita di balik proses pembuatannya. Kerajinan tenun menjadi salah satu bentuk kekayaan lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi.
Pemberdayaan kreatif dapat dilakukan dengan mengoptimalkan potensi para perajin, mengembangkan ide menjadi peluang usaha, serta memanfaatkan komunikasi dan pemasaran untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat luas. Pengetahuan lokal dan keterampilan yang diwariskan menjadi modal penting dalam menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga keberlanjutan budaya.
Melalui materi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa perpaduan kreativitas, keterampilan, budaya, dan komunikasi dapat membuka peluang baru bagi produk lokal untuk berkembang. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa berpikir kreatif, mengenali potensi di sekitarnya, serta menghasilkan gagasan inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sedangkan untuk Gernatiti dalam pemaparannya, materi kuliah tamu mengangkat pentingnya kampanye digital sebagai sarana menyuarakan isu sosial dan mendorong perubahan di masyarakat. Kampanye digital berfokus pada isu terkini, kebijakan pemerintah, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Sementara itu, gerakan sosial menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mendorong perubahan tanpa kekerasan.

Penyusunan kampanye digital perlu memperhatikan relevansi isu, kredibilitas sumber, dan ketulusan motivasi. Pesan juga harus disampaikan secara autentik, menarik, jelas, serta mengikuti tren agar mudah dipahami dan menjangkau audiens. Selain itu, penggunaan data, visual, editorial, audio, serta call to action (CTA) menjadi elemen penting untuk mendorong audiens mengambil tindakan, memberikan komentar, maupun membangun kepedulian terhadap isu yang diangkat.
Materi ini menegaskan bahwa komunikasi digital tidak hanya berorientasi pada penyebaran informasi, tetapi juga memiliki potensi untuk membangun kesadaran, menggerakkan partisipasi, dan menciptakan dampak sosial yang nyata.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan kuliah tamu berlangsung. Hal ini tercermin dari ketertarikan mereka dalam mengikuti pemaparan materi serta semangat untuk memperluas wawasan mengenai kampanye digital dan gerakan sosial. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami peran komunikasi digital secara lebih kritis dan kreatif, sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk menghasilkan konten yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
