Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Univrsitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali mencatatkan tinta emas pada prosesi Wisuda periode 29 April 2026.
Prestasi tertinggi berhasil diraih oleh Mahatma Acintya Dhyatmika, S.Psi, mahasiswa program studi Psikologi yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik di tingkat fakultas sekaligus universitas. Keberhasilan Mahatma menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan waktu dan tantangan hidup bukanlah penghalang untuk mencapai keunggulan akademik. FPH UNIMMA memandang capaian ini sebagai refleksi dari kualitas bimbingan dan daya juang mahasiswa yang luar biasa dalam menyeimbangkan berbagai peran kehidupan selama masa studi.
Dekan Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) UNIMMA, Aning Az Zahra, M.A., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas dedikasi yang ditunjukkan oleh Mahatma.
“Capaian Mahatma Acintya Dhyatmika adalah inspirasi bagi seluruh civitas akademika FPH UNIMMA. Beliau menunjukkan bahwa ilmu psikologi bukan sekadar teori, melainkan seni mengelola diri dan empati. Keberhasilannya menyeimbangkan peran sebagai seorang ibu, istri, dan mahasiswa hingga meraih predikat terbaik universitas adalah bukti ketangguhan mental yang luar biasa. Kami berharap lulusan fakultas terus membawa semangat resiliensi ini ke tengah masyarakat,” ungkap Aning Az Zahra.

Dalam sesi wawancara eksklusif, Mahatma mengungkapkan bahwa perjalanan meraih gelar sarjana bukanlah hal yang instan, melainkan penuh adaptasi.
“Perasaan saya campur aduk antara bahagia, haru, dan tidak menyangka. Menjalani peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus ibu tentu memberikan tantangan tersendiri. Namun, hal itu justru menjadi motivasi terbesar saya. Kunci utamanya adalah komitmen dan manajemen waktu yang ketat. Saya belajar mengatur prioritas, mengerjakan tugas secara bertahap, dan yang paling penting adalah niat untuk belajar, bukan sekadar mengejar nilai,” jelas Mahatma Acintya Dhyatmika, S.Psi.
Pelajaran paling berharga yang didapatkan selama menempuh pendidikan di FPH UNIMMA adalah kemampuan untuk memahami manusia secara lebih dalam.
Ilmu psikologi telah mengajarkan Mahatma untuk melihat dunia dengan lebih terbuka dan penuh empati. Meskipun sempat merasakan titik jenuh, dukungan dari keluarga, terutama sang ibu, selalu menjadi penguat untuk bangkit. Ke depannya, wisudawan terbaik ini berharap dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui pendekatan psikologi yang humanis. Ia berpesan kepada rekan sejawat agar tetap fokus pada proses masing-masing tanpa membandingkan diri dengan orang lain.
Prestasi Mahatma menjadi standar baru bagi mahasiswa fakultas dalam mengejar keunggulan akademik yang dibarengi dengan kematangan kepribadian.
FPH UNIMMA berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi terbaiknya, baik dalam aspek kognitif maupun emosional. Keberhasilan wisudawan terbaik ini diharapkan memotivasi mahasiswa lain untuk terus belajar dan tidak menyerah pada situasi sesulit apa pun. Melalui pendidikan yang inklusif, fakultas optimis akan terus melahirkan lulusan yang berdampak luas bagi kemanusiaan.