Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) UNIMMA kembali menunjukkan peran strategisnya dalam memperkuat ekosistem kerja universitas melalui pelibatan pakar di bidang psikologi organisasi.

Dalam agenda Pelatihan Standar Pelayanan Unggul bertajuk “Serve Smart, Stay Mindful” yang digelar di Joglo Mbah Doel (3–4/2), FPH menghadirkan Dr. Hermahayu, M.Si. sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau menjadi representasi kompetensi fakultas dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental sebagai motor penggerak pelayanan prima di lingkungan kampus.

Membawakan materi “Mental Prima sebagai Fondasi Pelayanan Unggul”, Dr. Hermahayu menekankan bahwa standar operasional prosedur (SOP) yang kaku tidak akan berjalan optimal tanpa kesiapan mental petugasnya.

“SOP dan sistem bisa saja sama di setiap unit, namun kualitas layanan sangat dipengaruhi oleh kesiapan emosional para tenaga kependidikan (tendik). Kita sering bicara prosedur, tapi melupakan kondisi psikologis orang yang memberikan layanan itu sendiri,” tegas Dr. Hermahayu, yang merupakan pakar psikologi dari FPH UNIMMA.

Sebagai bagian dari komitmen fakultas dalam mengedukasi masyarakat kampus, dipaparkan pula konsep emotional labor yang dialami oleh para tendik sebagai emotional frontliner.

Tendik tidak hanya mengelola administrasi, tetapi juga berhadapan langsung dengan dinamika emosi mahasiswa, dosen, hingga orang tua. Dr. Hermahayu memperingatkan bahwa tanpa pengelolaan emosi yang baik, tenaga kerja berisiko mengalami burnout atau kelelahan emosional kronis akibat stres kerja yang berlangsung terus-menerus.

Dalam perspektif psikologi industri, ditekankan bahwa stres kerja muncul akibat ketidakseimbangan antara tuntutan kerja (job demands) dan sumber daya yang tersedia (job resources).

Fakultas Psikologi dan Humaniora melalui sesi ini berupaya memberikan solusi praktis berupa strategi regulasi emosi seperti mindfulness dan cognitive reappraisal. Peserta diajak untuk memaknai ulang situasi kerja agar tetap berfungsi profesional di bawah tekanan, yang merupakan kompetensi kerja yang sangat krusial di era saat ini.

Melalui pelatihan yang diikuti oleh 137 tendik ini, FPH UNIMMA berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya ekosistem kerja yang sehat dan suportif.

Sesi reflektif yang diadakan mengajak para peserta untuk berhenti sejenak dan menyadari kondisi emosi diri sebelum melayani orang lain. Upaya ini merupakan langkah nyata fakultas dalam mengimplementasikan ilmu psikologi untuk menciptakan lingkungan kampus yang tidak hanya produktif, tetapi juga peduli pada kesejahteraan mental individu.

Keberhasilan pelatihan ini menegaskan posisi Fakultas Psikologi dan Humaniora UNIMMA sebagai pusat keunggulan yang mampu menyinergikan aspek kemanusiaan dengan profesionalisme kerja.

Dengan mental yang prima, diharapkan seluruh pelayanan di universitas dapat berjalan lebih optimal, hangat, dan berkelanjutan. FPH UNIMMA akan terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mendukung kesehatan mental dan pengembangan sumber daya manusia demi mencapai visi pelayanan unggul yang holistik.

Source by unimma.ac.id